kekasih sejati

Manusia, makhluk Tuhan termulia di muka bumi ini, diciptakan dari sepasang insan yang saling Cinta. Lahir dengan tangis yang menandakan bahwa hidup penuh dengan perjuangan, banyak onak dan duri.

Pernahkah kita sadari kehidupan ini merupakan anugerah yang terbesar yang Allah berikan kepada kita? Bisa kuliah, bekerja, dan berkumpul dengan teman-teman, berbagi cerita, tawa dan canda serta derita yang mewarnai kehidupan ini .

Pernahkah kita bertanya, untuk apa kita hidup di muka bumi ini? pernahkah kita merasa punya arti dan berarti bagi orang lain, merasa dibutuhkan, setidak-tidaknya bagi orang-orang yang dekat dalam kehidupan kita ?

Pernahkah kita sadari, kita bisa bertahan hidup sampai detik ini tak lain karena Cinta, Cinta dari Allah Swt.

Kita akan lebih sadar jika jauh dari orangtua. Manakala orang-orang yang kita cintai meninggalkan kita. Manakala kita sunyi tak berteman. Manakala kita merasa hampa dalam kehidupan. Tak satupun yang abadi kecuali Cinta Allah pada kita, hamba-hamba_Nya. Tidakkah kita rindu untuk selalu berada di dekat_Nya ?

Rasulullah Saw, beliau selalu rindu untuk bertemu Allah Swt, mendengar suara Azan yang di “Senandung’kan Bilal. “Shalat, adalah kesenangan hidupku”. Kata Beliau (Hamba terkasih Allah Swt).

Sekarang wahai saudaraku, hamba-hamba yang dianugerahi iman dan Islam. Siapkan hari-harimu, isi dengan hal-hal yang berguna dan bermanfaat baik bagi temanmu, masyarakat luas, bangsa dan negara. Apalagi semata-mata hanya untuk mencari Ridha Allah Swt, semua itu sebagai tanda Cinta dan rasa syukur kita, yang telah diberikan_Nya anugerah yang begitu banyak.

Waktu semakin cepat, apabila kita tidak memanfaatkannya dengan hal-hal yang berguna, kita akan tergilas masa!.

Berjanjilah untuk jadi yang lebih baik dari sekarang. Dan terbaik di hadapan_Nya.

Karena Cintamu, tidakkah seseorang itu senantiasa ingin tampak baik saat bertemu kekasihnya ???!!!. Jadikan Allah Kekasih Sejati dalam hidupmu.

Ya Rabbul Izzati…

Ya Allah…aku menangis tangisan yang menyimpan harapan. Aku menjerit jeritan yang memohon pertolongan. Aku merintih rintihan orang yang kehilangan (harapan). Aku memohon kepada-Mu dengan kodrat yang telah Engkau tentukan. Dengan qadha yang telah Engkau tetapkan dan putuskan.

Limpahkan ampunan-Mu padaku, atas semua nista yang pernah aku kerjakan, atas semua dosa yang pernah aku lakukan… atas semua kejelekan yang pernah aku rahasiakan, atas semua kejahilan yang pernah aku kerjakan, yang aku sembunyikan atau aku tampakkan. Dengan rahmat-Mu sembunyikanlah, dengan karunia-Mu tutupilah…

Engkau Zat Yang Maha Tahu…Engkau mengetahui kesengsaraan dan kemalanganku. Engkau mengetahui kefakiran dan kepapaanku…Engkau yang menciptakan aku…Engkau yang memeliharaku…

Aku memohon kepada-Mu…, jadiklan waktu malam dan siangku dipenuhi dengan dzikir pada-Mu..senantiasa mengabdi pada-Mu, diterima amal-amalku di sisi-Mu, sehingga perbuatan dan ucapan-ucapan ku seluruhnya menyatu, dan kekal selalu keadaanku dalam berbakti kepada-Mu.

Engkau yang Maha Cepat Ridhonya…Ampunilah orang yang tidak memiliki apapun kecuali hanya doa ini. Sayangilah orang yang modalnya hanya harapan dan senjatanya hanya tangisan ini….

Ya Allah…, berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-ajaran-Mu yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu.

Ya Allah…jadikanlah aku di antara orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, dan jadikanlah aku orang-orang yang menangis disisi-Mu, dan jadikanlah aku orang-orang yang dekat kepada-Mu dengan ihsan-Mu.

Ya Allah ….tanamkanlah dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku kemurkaan-Mu dan api neraka dengan pertolongan-Mu.

Ya Allah..hiasilah diriku dengan penutup dan kesucian.tutupilah diriku dengan pakaian qana’ah dan kerelaan. Tempatkanlah aku di atas jalan keadilan dan sikap tulus. Amankanlah diriku dari setiap yang aku takuti dengan penjagaan-Mu.

Ya Allah…sucikanlah diriku dari kekotoran dan kejelekan. Berilah kesabaran padaku untuk menerima semua ketentuan. Dan berilah kemampuan kepadaku untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuan-Mu, wahai dambaan orang-orang miskin.

Ya Allah..janganlah Engkau hukum aku karena kekeliruan yang kulakukan. Dan ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebodohan. Janganlah Engkau jadikan diriku sebagai sasaran bala’ dan malapetaka dengan kemuliaan-Mu….

Munajatku…

Ya Allah..ini aku hamba Mu yang dzoif…

Aku hamba yang melakukan dosa-dosa yang terhalangi oleh angan-angannya untuk memanjatkan taubatnya…

Aku hamba yang mengisi dhuha dengan rasa duka, yang karena kesilapannya selalu gelisah dan menahan lara. Aku hamba yang telah menjadi suratannya dalam catatan amal yang tidak takut pada malaikat pengawas. Aku hamba yang jahat, yang selalu bermaksiat…, sekarang tak ada jalan lain kecuali menampakkannya dengan rintihan jiwa.

Aku hamba yang teledor dan membuang umurnya tak kenal tua dan tak peduli masa muda. Aku hamba yang tenggelam dalam lautan dalam tak terhingga, aku berteriak mengharap ada yang menjawabnya. Aku hamba yang sakit karena kekeliruannya, namun aku telah berupaya pergi dan mencari pengobatnya…

Aku hamba yang tertinggal segenap manusia ketika mereka telah meraup kebaikan dari segala sisinya…

Aku hamba yang terusir karena zhalim pada dirinya, sementara aku telah menemui pintu-pintu ampunan-Mu ya Allah…dengan sepenuh jiwa…

Aku hamba yang fakir yang menengadahkan tangannya, kepada-Mu ya Allah…maka hapuskanlah dosa kami semua…

Aku adalah penipu…berapa banyak janji yang aku pengucapnya namun aku berdusta untuk tidak menunaikannya…

Aku hamba yang kehabisan bekal maka sayangilah diriku dan antarkan jiwaku ke tujuannya, mudahkanlah bagiku mendapat kemenangan dari-Mu selekasnya..

Aku adalah hamba yang terpepet yang mengharap diampuni jiwanya, orang yang selalu mengharapkan ridho-Mu tidak akan kecewa…

Alangkah sayangnya umurku ini terbuang sia-sia yang kulakukan untuk menghabiskan umurku hanyalah dosa-dosa…

Aku takut bila maut dengan cepat datang merenggut jiwa di mana suasana sakaratul maut membuat bingung setiap orang bagaimanapun cerdasnya.

Ohh..alangkah sedihnya aku kala dibangkitkand dan dikumpulkan di padang mahsyar sana hari di mana anak-anak kecil berubah menjadi tua renta.

Langit akan pecah di hari itu dan hancur binasa. Gunung-gunung berubah menjadi debu-debu tak berguna.

Saat di mana aku akan berdiri bingung dan dahaga tak bertutup kepala, telanjang bulat tak berbusana. Alangkah malunya dengan keburukan amal perbuatan yang aku sebagai pelakunya tatkala catatan amalku untuk mengungkit aibku pun angkat bicara. Kedudukan yang rendah, hisab yang berisikan keadilan saja semua akan dihadapi oleh jiwa sebagai terdakwa.

Wahai diriku yang bergelimang dosa-dosa dalam setiap langkahnya belum tibakah waktu untuk menghapus dosa…??? Pandanglah kegemerlapan dunia ini dengan kebencian jiwa, engkau akan menjadi hamba di sisi Allah yang paling tercinta. Biarkanlah lidah terus bergumam sepanjang masa dengan zikir kepada Allah, beralun dan berlantun tiada hentinya…

Aminn….

APA PANTAS BERHARAP SURGA….???

rukukSholat dhuha Cuma dua rekaat, qiyamullail (tahajjud) juga dua rekaat, itupun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu…??? Sudahlah jarang di masjid, pilih ayat-ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji bagi untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama digelar itu. Lupa pula dengan shalat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu…, belum termasuk catatan :” Kalau tidak terlambat” atau “Asal ngga bangun kesiangan”. Dengan model shalat model ini, apa pantas mengaku ahli ibadah…???

Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derail tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh-kesah mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.


Baca Al Quran sesempatnya, itupun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah tak sedikitpun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca setiap hari. Itupun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman….?????

Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaan ketika mencoba menggali makna terdalam dan sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya. Tak jarang mereka hiasai mushaf di tangan mereka dengan tetesan air mata. Setiap tetes akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengalaman tinggi.

Bersedah jarang, begitu juga infaq. Kalaupun ada, dipilih mata uang terkecil yang ad di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat terhadap sesame juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti social. Yahhhh…hitung-hitung ikut meramaikan… sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudahpun masih pelit, senyum…. Apa sih susahnya senyum….??? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap kebaikan dan kasih Allah…????

Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui. Senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasihnya dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik khadijah, Aisyah dan istri-istri beliau lainnya. Dia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumapinya, bahkan kepada musuhnya sekalipun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.

Setiap hari rebut dengan tetangga, kalau bukan sebelah kanan ya sebelah kiri. Seringkali masalahnya Cuma maslaah sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari. Kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini?? Adalah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan rasulullah kelak…???

Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-oramh beriman yang masuk ke dalam syurga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu….??? Lalu kenapa kita terus masih bermuka masam terhadap saudara sendiri…???

Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orangtua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apappun selain sikap ramah dan penuh kasih dari anak-anaknya yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata…juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap syurga Allah…????

Dari ridho orangtua lah ridho Allah diraih. Kaki mulia ibulah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh syurga. Bukankah rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapat tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia untuk disimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan….??? Karena banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu,…atau harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru bisa merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka….???? Jangan tunggu penyesalan…

Astaghfirullah….

Ini blog Annie ^o^

Assalamualaikum…..

Selamat Idul Fitri 1428 H….Taqabalallahu Minna wa Minkum…Minal Aidin Walfaidzin Mohon maaf lahir dan bathin tuk semua teman dan saudara-saudara Muslim yang berada di seluruh belahan bumi Allah…..

^o^

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.